Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Forum Komunitas Intelejen Daerah (kominda) terus berkomitmen untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan paham komunis di Kabupaten Bondowoso.

Achmat Prajitno, Kepala Bakesbangpol Bondowoso menganggap jika paham Radikal Isis dan Komunis sangatlah gampang untuk diantisipasi. Namun, yang paling mendapat atensi dan berbahaya adalah paham yang berasal dari intern, seperti syiah.

“Jangan sampai terjadi penggempuran dari non syiah, karena ini menyangkut akidah. Ayo kita saling berbuat baik. Jamaah syiah tidak boleh show of force dan membuat hak orang lain tersakiti,” katanya saat dikonfirmasi usai memberikan paparan dalam sosialisasi kebangsaan di Desa Karang Anyar, Senin (17/4/2017).

Selain melalui sosialisasi kebangsaan, pihaknya juga bekerjasama dengan semua unsur masyarakat,  dalam mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Bondowoso.

“Melalui sosialisasi kebangsaan, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempersempit penyebaran paham radikal yang masuk ke Bondowoso. Karena, masyarakat memiliki jangkauan komunikasi yang sangat luas dan terbuka, dalam mengantisipasi menyebarnya paham yang tidak sesuai dengan Pancasila,” harapnya.

Selain itu juga, secara berjenjang Bakesbangpol telah menyampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Forum Komunikasi Intelejen Daerah (Kominda) para camat, Kades dan masyarakat secara luas, agar terus waspada dan bersama-sama mengawasi gerak-gerik yang mencurigakan yang terindikasi merupakan bagian dari kelompok berpaham radikal.

“Disamping pengawasan dan pemantauan, kami juga terus melakukan pembinaan, memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat akan bahaya paham radikal dan mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh, sebagai langkah preventif terhadap perkembangan dari kelompok radikal ini,” tutupnya.(bakesbangpol)